WEBSITE RESMI PENGADILAN AGAMA SELONG
PROFIL PENGADILAN AGAMA SELONG
Untuk melihat profil, silahkah Klik pada gambar
Tutorial Penyelesaian Gugatan Ekonomi Syariah
APLIKASI SIPP
SIWAS
Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
APLIKASI EZ_Long
Aplikasi Android yang memudahkan anda mengakses segala informasi tentang berperkara di PA Selong

on . Hits: 68

Tiap Tahun Pengadilan Agama Selong Terima Banyak Permohonan Eksekusi

eksekusi5

Suasana jelang pelaksanaan eksekusi di Desa Sukaraja Kecamatan Jerowaru

Lombok Timur ǀ pa.selong.go.id

Sebagai konsekuensi dari banyaknya perkara kebendaan yang diputus oleh Pengadilan Agama (PA) Selong Kelas IB, maka jumlah permohonan eksekusi yang diterima oleh pengadilan yang wilayah hukumnya mencakup seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur itu, juga banyak. Hal itu karena pihak yang kalah tidak mau melaksanakan putusan pengadilan, sehingga harus dilakukan upaya paksa.

Untuk mengetahui secara pasti berapa jumlah permohonan eksekusi selama 9 tahun terakhir, Tim PA Selong News telah menghubungi Panitera Muda Permohonan PA Selong, Aidi Rosihan, SH. di ruang kerjanya, Jumat (15/3/2019).

“Tahun 2011 kami terima permohonan eksekusi sebanyak 26 perkara, tahun 2012 sebanyak 22 perkara, tahun 2013 sebanyak 34 perkara, tahun 2014 sebanyak 18 perkara, tahun 2015 sebanyak 15 perkara, tahun 2016 sebanyak 14 perkara, tahun 2017 sebanyak 10 perkara dan tahun 2018 sebanyak 9 perkara. Tidak ada tahun tanpa permohonan eksekusi,” paparnya.

Di tahun 2019, lanjutnya, sudah ada permohonan eksekusi yang terdaftar pada tanggal 4 Februari 2019. Namun eksekusi belum dapat dilaksanakan atau ditunda karena perkara tersebut masih dalam upaya hukum kasasi.

“Pendaftaran kasasi tanggal 19 Desember 2018, sedangkan pendaftaran permohonan eksekusi tanggal 4 Februari 2019. Jadi, eksekusi di-pending,” terang Sarjana Hukum lulusan Universitas Mataram (Unram) itu.

eksekusi4

Jurusita PA Selong, Marzuki, SH. sedang membacakan penetapan eksekusi

Di tempat terpisah, Jurusita PA Selong, Marzuki, SH. saat dimintai keterangan oleh Tim PA Selong News, mengatakan bahwa dirinya telah melaksanakan eksekusi sejak tahun 2012.

“Saya sering ditunjuk dalam tim eksekusi, kadang sebagai eksekutor dan kadang sebagai anggota eksekutor merangkap jadi saksi. Saksi ada dua, saksi pertama dari pengadilan, saksi kedua dari pihak desa. Baik sebagai eksekutor maupun anggota eksekutor, saya telah terlibat dalam eksekusi lebih dari 100 kali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sarjana Hukum lulusan Universitas Gunung Rinjani itu mengatakan bahwa eksekusi yang ia laksanakan selama ini kebanyakan mengenai sawah.

“Kami datang ke lokasi dengan bantuan aparat kepolisian dan juru ukur dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kami ukur dulu tanahnya, untuk memastikan luas tanahnya sesuai putusan pengadilan. Setelah itu kami letakkan patok untuk menandai batas-batas sawah itu,” tuturnya.

Dalam praktiknya, sambung Marzuki, eksekusi tidak selalu mulus. Kadang pihak termohon eksekusi tidak terima sehingga berusaha melakukan perlawanan. Namun, antara yang berhasil dan gagal jika dikalkulasi, lebih banyak berhasilnya. Itu karena kesigapan aparat kepolisian.

“Tiap kali kami mau turun eksekusi, kami koordinasi dengan aparat kepolisian. Jika pihak kepolisian menyatakan belum siap atau tidak bersedia, karena ada tugas lain, maka eksekusi ditunda. Kami tidak mungkin melaksanakan eksekusi tanpa ada aparat keamanan,” tandasnya.

eksekusi1

Juru ukur dari BPN sedang mengukur tanah sawah

Ditambahkan Marzuki, bahwa eksekusi sering kali berakhir hingga malam hari. Selain karena adanya perlawanan, terkadang karena pemilihan lokasi. Walaupun terjadi perdamaian, bukan berarti eksekusinya mudah. Sengketa kerap berlanjut pada pemilihan lokasi. Misalnya obyek sengketa berupa sawah. Para penggugat dan para tergugat sama-sama bersikeras minta bagian yang paling depan, dekat jalan.

“Pernah suatu ketika, masing-masing pihak tidak mau mengalah, akhirnya saya putuskan bagian tanah sesuai urutan umur. Yang paling tua mendapat tanah bagian depan, dekat jalan. Yang umurnya di bawahnya lagi (lebih muda) mendapat tanah di belakangnya, dan seterusnya. Mereka akhirnya mau menerima,” pungkasnya. (ahru)

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan  Agama Selong

Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 200 Selong - Lombok Timur

Telp:  (0376) 21184

Fax: (0376) 22612

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.